on Tuesday, I was completely all by my self. Headed for the beach, try to enjoy everything on my own.
Telanjang kaki, berjalan sepanjang pantai dengan iringan musik desiran ombak, menunggu matahari tenggelam.

setelah matahari telah hilang, menyusur gang sempit Poppies, membeli buah tangan untuk rekan kantor dan menghabiskan beberapa waktu berbicara dengan pemilik toko.
I think when you're alone, you have to make friends with people you met, you won't feel alone anymore.I stopped a taxi, asked him taking me anywhere
*with a good food* 

I ended up in Carefour hehehhe.
next morning
*feel like De Ja Vu* I was the only banker among 25 participants, so everybody
gave me the look
what-are-you-doing-here?*okey, I'm exaggerating*


I found the birds with the same feather, ended my lonely time up in next 3 days.
Tapi teman2xnya baik-baik kok, semua nawarin diriku untuk bergabung.
*sayang aja ngga ada brondong ,


*
On friday, the course ended before lunch (bisa aja niy Bp Sutadi,pengertian banget!), we hired a car that took us to Celuk (I bought a flower-silver-pendant), sukowati, tanah Lot and Jimbaran.

Late at night, we had to say good bye.
tapi pak Slamet, dan bu eliza kantornya masih di Ps, Yuni bahkan 1 gedung dengan saya. Masih besar kemungkinan untuk ketemuan lagi.
Sama Kak Grace aja niy, yang jauh, di Balikpapan tinggalnya. Kapan lagi ya ketemu.
Since my flight would be on 20.00 on on satudarday night, I hired a car to take me around.
bingung mau ngapain seharian, inget ada mas Djaja, rekan kantor yang pindah ke cabang denpasar.
tengah malam sms blio, besok paginya dijawab untung dia dan anaknya ngga ada acara.
Lumejen, daripada gue manyun.


kita ke zoo di dekat Ubud (waks, masuknya mahal amat Rp 50.000 seorang), foto2x di Ubud (terasering---sistem pertanian khas Bali), Kintamani,
dan ends up di Pantai Lebeng...pantai yang menghadap timur, ingin kembali suatu saat menunggu sunrise
Aksesnya baru dibuka, pantainya belum ada pemecah ombak, makanya ombaknya rada "kasar", penuh batu-batu. Pasirnya hitam, tapi bersih.
duh, semoga pantai ini dibiarkan seperti ini, jangan dibangun hotel dan resort lah...
Anyway, like
Quinrantino - my Portugal friend – said,
“sorry people, our country has all the beauty and left others with nothing, right guys? Akhirnya jam delapan juga. time to fly.
Ketika mendarat dan siap-siap turun, sebelum pintu pesawat dibuka, sekilas melihat penumpang lain. Ada satu keluarga kok ya familiar wajahnya.
Ah itu,
teh Amel , karena blio kerap posting dengan foto, jadi hapal dengan muka keluarganya.
senengnya bisa ketemu juga akhirnya.:)
PS : why did I call this entry My first Bali trip in year 2008? Insya Allah, I'll be back here on Aust 8th-10th. *Suer, gue training bukan liburan…kan ngga mungkin lagi training trus poto-poto* 